x

GANGSIRAN ASWATAMA

SALURAN AIR BAWAH TANAH GANGSIRAN ASWATAMA

IMG_7118_1

Sebuah lorong bawah tanah terbuat dari batu yang ada di dataran tinggi dieng masih bisa dijumpai, meskipun sudah tidak bisa di masuki oleh manusia. Lorong bawah tanah tersebut adalah gangsiran aswatama masyarakat dieng menyebutnya, yang terletak diujung desa dieng kulon atau masih dalam area tempat wisata di dieng.

Gangsiran aswatama yang diperkirakan dibuat oleh masyarakat hindu kuno di dieng, dengan maksud dan tujuan untuk mengeringkan air di area komplek candi akibat luapan telaga balaikambang yang tidak jauh dari area percandian atau di sebelah selatan komplek candi arjuna.

IMG_7120_1

Nama gangsiran aswatama tersebut diambil dari cerita pewayangan yaitu Raden aswatama. Mitos yang berkembang di masyarakat gangsiran aswatama merupakan lubang yang dibuat raden aswatama untuk mengeringkan air di telaga balaikambang, Raden aswatama “nggasir” atau (menggali) karena ingin merebut permata yang disembunyikan Bhatara krisna di telaga balaikambang, sehingga untuk mengambil permata tersebut air harus dikeringkan terlebih dahulu.